Powered By Blogger

Sabtu, 22 November 2014

Pola Herditas "Hukum Mendel I"

Baiklah, Bismilllahirramanrrahim..
Dengan koneksi Internet ini, aku dapat memposting tulisanku yang hanya bisa dimengerti hati dan pikiranku. Terimakasih kalau pembaca dapat mengerti tulisanku ini, yang berarti perasaan ku sampai pada kalian.

Aku buka dengan : "Bahkan ketika mereka menulis nama-nama mereka di antara mereka, mereka tidak menulis namaku disalah satu nama-nama itu". Aku memang merasa tidak diterima diantara mereka selama.. yah hampir selama.. selama kami kenal sampai sekarang. Rasanya aku mulai merindukan sosok seorang Teman, who's call the real friend. Teman yang peduli akan kebodohanku. Disamping telah dipedulikan oleh Keluargaku, Mamah, Papa, Adek. Keluarga kecil yang ideal. Aku cinta mereka.

Bukankah kepedulian lingkungan kehidupanmu didukung oleh siapa kita berinteraksi, berhubungan sosial, dan ..... entahlah sesuatu yang nampaknya sulit untuk dijabarkan oleh kata-kata. Aku hanya mengikuti kata hati dan perasaanku saja yang terus mengalir dan mengukirnya disini. Rasanya semakin sakit bila disimpan begitu lama. Aku memang seorang anak SMA yang aneh, bodoh, kuper, gak jelas, dan tidak tahu siapa diriku sebenarnya. Aneh rasanya hanya sekedar menulis rasa yang kualami, tetapi mengapa sampai sedalam ini??

"Apakah mendapatkan pengakuan dari orang lain begitu penting bagi kehidupanmu?"
Aku menemukan tema pertanyaan tersebut dari anime "Naruto" yang sudah selesai endingnya itu. Entahlah, jawaban untuk itu memang sederhana, namun tak jarang orang mengabaikannya. Kalau kehidupan sebagai Mahasiswa itu bagaimana ya? Pasti rasanya seperti MilkShake Strawberry hmmm... haha :D Namun, yang pasti adakalahnya merindukan kehidupan sebagai pelajar sekolah yang kekanak-kanakan..