Hai Ryouta (*^-^*)
Hari ini, langit tetap biru, awan tetap terlihat putih, namun angin masih saja membuat tulang rusukku gemetar. Jalan itu kini terlihat sepi dan usang, sejak kereta yang membawamu pergi dari tumpahan tinta yang kau ukir diatas kertas warna-warni ku. Tatapi tetap saja aku ingin mengulang semua kenangan kita berdua.
Entah kapan kereta itu kembali, dan siap untuk berjalan direl yang telah kubuat selama ini. Kau tahu? Aku membuatnya dengan sedikit energi kebahagiaan dan kelembutan semilir angin bunga Sakura. Indah bukan?
Masih ingat ketika Hanami keulusan kita 3 tahun yang lalu. Aku kira hari itu si burung kecil ingin menyampaikan perasaanya pada ku. Tapi, ternyata aku salah. Jadi aku menunggunya sampai saat ini dibalik benteng besi yang kubuat untuk mu.
Mungkin perasaanku terlalu kuat. Saat ini aku hanya takut.. Takut akan satu hal. Mengingat yah.. Mengingat kita sudah lama tidak bertemu. Menghabiskan waktu bersama. Dan melakukan hal yang kita inginkan bersama. Satu hal yang bukan didasari oleh keraguan. Namun, oleh luka yang mungkin akan terjadi suatu saat ketika kita bertemu.
Ryouta, maafkan aku..
Tapi bisakah kau, kembali untukku..
Jika aku dapat membuat waktu berputar kembali..
Mungkin aku akan memlih jalan untuk memulainya lebih awal..
