Tidak terasa ternyata sudah begitu larut terlalu dalam. Entahlah sulit digambarkan dengan sebuah kata. Berimajinasi pun mungkin rasanya aku terlalu lelah untuk melakukannya. Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu. Padahal ini hanya satu bulan namun seperti beberapa hari saja. Karena "padahal ini hanya satu bulan namun sudah seperti satu tahun saja" sudah agak mainstream. Baiklah, mungkin karena aku menjalaninya dengan penuh kepercayaan yang besar beserta komitmen yang kuat, aku dapat berkata demikian.
Semoga kamu sehat disana, selalu dalam lindungan Allah Ta'ala.
Rasanya seperti pohon yang tetap tumbuh subur, lengkap dengan daun yang hijau, akar yang kuat, batang yang sehat, dan tentu saja bermanfaat bagi kehidupan karena dapat menghasilkan oksigen yang cukup untuk lingkungan sekitar. Walaupun saat ini sedang musim kemarau. Dimana semua pepohonan mengering tak bersisa. Terimakasih sudah mengerimkan sumber hara-mu pada ku walau kau jauh disana.
No words can explain the way i'm missing you.
Banyak sekali cerita saat kau tak ada disini. Aku ingin bercerita banyak hal padamu. Kau tahu? Ternyata aku sudah sedikit dewasa saat ini. Berpikir rasional, banyak membaca, ingin tahu segala hal, motivasi, pengkhidmatan, dan lain-lain. Hei.. aku juga menunggu cerita mu nanti hehe.. Oh ya tapi sekarang aku sedang ada penyakit sosial. Entah kenapa jadi kurang berinteraksi dengan orang baru disekitarku. Mungkin aku yang terlalu serius atau aku yang memang tak menarik? haha entahlah.. Get easy!
"To miss someone is the cure and the disease. As soon as you meet them, it just grows even bigger"
- Phosphenous
