Powered By Blogger

Rabu, 19 Maret 2014

Sebuah Pengharapan

Satu lagi untuk seorang teman disana, yg membutuhkan seseorang disisinya untuk mendengarkan curahan hati nya dengan mata meleleh di terpa sinar rembulan malam ini..
Diantara kegelapan yg melanda, ku tahu kau sulit untuk meredam gejolak didadamu..
Seperti hantaman besar debur ombak di laut lepas..
Seperti angin hitam yg siap menyapu apapun yg dilewatinya..

Kau harus tetap hidup dalam kehidupanmu teman..
Jangan berakhir seperti ini saja..
Kau tahu..
Kadang hidup ini harus terus dilanjutkan..
Walau beribu-ribu belati merajammu..
Kau harus bangkit bagaimana pun caranya..
Dan aku tahu, kau tahu itu..
Mari kita mulai ceramah diriku tentang.. yah.. kau tahu aku membuat ini sudah lama.. lama sekali.. bertahun-tahun lalu.. Mari kita dengarkan :)




Aku di sini menunggumu
Selalu.. setiap hari. .
Dilangit beratapkan bintang
Ditemani hanya dengan secangkir teh panas..

Sudah berapa lama kah ku menunggumu yang tak pernah datang..
Aku memang bodoh!
Boleh di permainkan mu seperti ini..


Ketika kau akhirnya datang
Hati ku sedikit terbuka
Kembali untuk mu..
Tapi apa yang kau perbuat?
Mengacuhkan ku kembali?
Menganggapku tak ada?


Begitu tragis memang
Sulit dipercaya
Kata yang busuk,
Merah merona..
Di timpa mentari sore..


Amat menyakitkan
Namun.. hanya satu kesedihan
Secarik kertas dalam genggaman
Tak tahu kemana ku harus melangkah
Begitu kosong
Begitu sempit
Aku merasakan ini semua dengan sakit yang teramat
Sangat...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar