Temanmu sepertinya hanya update soal photo editing tidak tentang social media account
Karena itu aku susah untuk stalking dia
Temanmu tidak aktif di sosial media kecuali facebook
Jadi aku hanya bisa stalking lewat sana
Temanmu itu suka sama kamu ya?
Banyak hal yang mencurigakan yang aku pelajari dari akun facebooknya
Temanmu itu.. Sejak kapan dia mulai suka padamu?
Ah yang benar saja kapan hal ini berakhir?
Rasanya aku mulai lelah, hal ini terus saja berulang
Aku tahu kita saling peraya, oleh sebab itu aku menulis ini dengan begitu halus
Mungkin kalau orang lain yang mengalami ini, temanmu itu sudah berada diujung dunia
Hanya saja ini aku, aku tak akan berbuat hal seperti itu
Atau mungkin ini hanya salahpaham
Aku sangat berharap ketika kita mengklarifikasi semua ini, hipotesis-ku salah tentang kamu dan dia
Ah.. Ya kalau kau tak sengaja membaca postingan ini, aku minta maaf karena tak seharusnya aku menulis ini
Ada yang berpendapat :
"Seorang wanita mampu menyembunyikan rasa cintanya selama bertahun-tahun, tapi seorang wanita tak mampu menyembunyikan rasa cemburunya walau sesaat" -Unknown
ALRIGHT! JUST WAKE UP! AND SEE THE SUN SHINE. IT’S GOING TO UP OUT THERE. WAKE UP! UP! UP! UP!
Senin, 12 Oktober 2015
Sabtu, 19 September 2015
Distance
Tidak terasa ternyata sudah begitu larut terlalu dalam. Entahlah sulit digambarkan dengan sebuah kata. Berimajinasi pun mungkin rasanya aku terlalu lelah untuk melakukannya. Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu. Padahal ini hanya satu bulan namun seperti beberapa hari saja. Karena "padahal ini hanya satu bulan namun sudah seperti satu tahun saja" sudah agak mainstream. Baiklah, mungkin karena aku menjalaninya dengan penuh kepercayaan yang besar beserta komitmen yang kuat, aku dapat berkata demikian.
Semoga kamu sehat disana, selalu dalam lindungan Allah Ta'ala.
Rasanya seperti pohon yang tetap tumbuh subur, lengkap dengan daun yang hijau, akar yang kuat, batang yang sehat, dan tentu saja bermanfaat bagi kehidupan karena dapat menghasilkan oksigen yang cukup untuk lingkungan sekitar. Walaupun saat ini sedang musim kemarau. Dimana semua pepohonan mengering tak bersisa. Terimakasih sudah mengerimkan sumber hara-mu pada ku walau kau jauh disana.
No words can explain the way i'm missing you.
Banyak sekali cerita saat kau tak ada disini. Aku ingin bercerita banyak hal padamu. Kau tahu? Ternyata aku sudah sedikit dewasa saat ini. Berpikir rasional, banyak membaca, ingin tahu segala hal, motivasi, pengkhidmatan, dan lain-lain. Hei.. aku juga menunggu cerita mu nanti hehe.. Oh ya tapi sekarang aku sedang ada penyakit sosial. Entah kenapa jadi kurang berinteraksi dengan orang baru disekitarku. Mungkin aku yang terlalu serius atau aku yang memang tak menarik? haha entahlah.. Get easy!
"To miss someone is the cure and the disease. As soon as you meet them, it just grows even bigger"
- Phosphenous
Selasa, 10 Februari 2015
Tumpahan Tinta Hitam
Hai Ryouta (*^-^*)
Hari ini, langit tetap biru, awan tetap terlihat putih, namun angin masih saja membuat tulang rusukku gemetar. Jalan itu kini terlihat sepi dan usang, sejak kereta yang membawamu pergi dari tumpahan tinta yang kau ukir diatas kertas warna-warni ku. Tatapi tetap saja aku ingin mengulang semua kenangan kita berdua.
Entah kapan kereta itu kembali, dan siap untuk berjalan direl yang telah kubuat selama ini. Kau tahu? Aku membuatnya dengan sedikit energi kebahagiaan dan kelembutan semilir angin bunga Sakura. Indah bukan?
Masih ingat ketika Hanami keulusan kita 3 tahun yang lalu. Aku kira hari itu si burung kecil ingin menyampaikan perasaanya pada ku. Tapi, ternyata aku salah. Jadi aku menunggunya sampai saat ini dibalik benteng besi yang kubuat untuk mu.
Mungkin perasaanku terlalu kuat. Saat ini aku hanya takut.. Takut akan satu hal. Mengingat yah.. Mengingat kita sudah lama tidak bertemu. Menghabiskan waktu bersama. Dan melakukan hal yang kita inginkan bersama. Satu hal yang bukan didasari oleh keraguan. Namun, oleh luka yang mungkin akan terjadi suatu saat ketika kita bertemu.
Ryouta, maafkan aku..
Tapi bisakah kau, kembali untukku..
Jika aku dapat membuat waktu berputar kembali..
Mungkin aku akan memlih jalan untuk memulainya lebih awal..
Hari ini, langit tetap biru, awan tetap terlihat putih, namun angin masih saja membuat tulang rusukku gemetar. Jalan itu kini terlihat sepi dan usang, sejak kereta yang membawamu pergi dari tumpahan tinta yang kau ukir diatas kertas warna-warni ku. Tatapi tetap saja aku ingin mengulang semua kenangan kita berdua.
Entah kapan kereta itu kembali, dan siap untuk berjalan direl yang telah kubuat selama ini. Kau tahu? Aku membuatnya dengan sedikit energi kebahagiaan dan kelembutan semilir angin bunga Sakura. Indah bukan?
Masih ingat ketika Hanami keulusan kita 3 tahun yang lalu. Aku kira hari itu si burung kecil ingin menyampaikan perasaanya pada ku. Tapi, ternyata aku salah. Jadi aku menunggunya sampai saat ini dibalik benteng besi yang kubuat untuk mu.
Mungkin perasaanku terlalu kuat. Saat ini aku hanya takut.. Takut akan satu hal. Mengingat yah.. Mengingat kita sudah lama tidak bertemu. Menghabiskan waktu bersama. Dan melakukan hal yang kita inginkan bersama. Satu hal yang bukan didasari oleh keraguan. Namun, oleh luka yang mungkin akan terjadi suatu saat ketika kita bertemu.
Ryouta, maafkan aku..
Tapi bisakah kau, kembali untukku..
Jika aku dapat membuat waktu berputar kembali..
Mungkin aku akan memlih jalan untuk memulainya lebih awal..
Sabtu, 03 Januari 2015
Satu Tahun
SATU TAHUN.
Sekarang ini sudah satu tahun Keiko
bersama-sama dengan teman sekelasnya. Bukan waktu yang singkat untuk saling
mengerti satu samalain dengan teman-temannya. Keiko benci mereka semua, mereka
yang selalu tidak jujur dalam setiap ujian yang diadakan sensei. Sedikit dari
mereka yang bersikap jujur dan menilai seberapa pentingnya nilai diatas secarik
kertas.
Sato, Tooru, Ayame, Hyoshin, Rin, dan teman – teman yang
lain begitu pedih dibenak Keiko. Dia hanya kasihan pada mereka semua, bagaimana
kehidupan kuliah mereka semua kalau mereka tidak mau merubah sikap dan sifat
mereka terhadap pelajaran di Sekolah.
Dia pernah membaca buku ‘The
Milionaire Mind’ oleh Thomas J. Stanley. Disana di perlihatkan 30 Faktor Sukses
oleh survei yang dilakukan pada ratusan orang sukses. Mereka yang disurvei
adalah orang-orang yang memiliki aset pribadi satu juta dolar US (kuran lebih
10 miliar rupiah), bukan aset perusahaannya. Dari seluruh pertanyaan yang
diajukan tentang faktor apa yang membuat sukses, ternyata JUJUR adalah faktor
sukses nomor 1. Dan yang menduduki faktor ke- 30 dari 30 Faktor Sukses adalah
Lulus dengan nilai terbaik atau hampir terbaik. Jadi, kesimpulannya orang yang
lulus UN nya dengan nilai terbaik atau hampir sempurna dengan kecurangan, belum
tentu ia akan sukses di masa depan.
Berbicara di Sekolah saat ini,
Keiko menginjak umur 18 tahun dia sekarang duduk di kelas 3. Dia berharap untuk
lulus ujian masuk Universitas di
Univeratias Tokyo. Mengikuti bimbingan belajar, bukan perkara mudah. Pasalnya itu
juga merupakan tekanan. Ditambah situasi di Sekolah yang tidak menyenangkan. Menurut
Keiko, tidak ada guru di Sekolahnya yang menghargai dia. Entahlah kenapa dia
berpikir seperti itu, mungkin sudah banyak yang membuatnya kecewa di Sekolah.
Kehidupannya di Sekolah membuat dia
kurang diakui oleh teman sekelasnya. Hanya disuatu Organisasi di Sekolah yang
membuat dia merasa sangat diakui dan dihargai. Itu membuat Keiko sangat senang
sekali. Ditambah saat ini Ryuu selalu ada disisinya kapanpun, dimana pun. Saat ini
hanya itu energi yang dia punya untuk menjalani kehidupan di Sekolah.
“Hyo-san, untuk apa kau menyalin
pekerjaan orang lain” tanya Keiko
“Aku tak sempat mengerjakannya”
jawab Hyoshin ”Sudah lah, mingir sana sebentar lagi Yamada sensei datang kan..”
Keiko pun menyingkir dari jalan
Hyoshin.
Apanya yang tidak sempat menyelesaikannya? Kau kan
hanya bermain di batting center seharian penuh kemarin.
Langganan:
Komentar (Atom)
