Powered By Blogger

Senin, 12 Oktober 2015

His Friend

Temanmu sepertinya hanya update soal photo editing tidak tentang social media account
Karena itu aku susah untuk stalking dia

Temanmu tidak aktif di sosial media kecuali facebook
Jadi aku hanya bisa stalking lewat sana

Temanmu itu suka sama kamu ya?
Banyak hal yang mencurigakan yang aku pelajari dari akun facebooknya

Temanmu itu.. Sejak kapan dia mulai suka padamu?
Ah yang benar saja kapan hal ini berakhir?
Rasanya aku mulai lelah, hal ini terus saja berulang

Aku tahu kita saling peraya, oleh sebab itu aku menulis ini dengan begitu halus
Mungkin kalau orang lain yang mengalami ini, temanmu itu sudah berada diujung dunia
Hanya saja ini aku, aku tak akan berbuat hal seperti itu

Atau mungkin ini hanya salahpaham
Aku sangat berharap ketika kita mengklarifikasi semua ini, hipotesis-ku salah tentang kamu dan dia

Ah.. Ya kalau kau tak sengaja membaca postingan ini, aku minta maaf karena tak seharusnya aku menulis ini

Ada yang berpendapat :
"Seorang wanita mampu menyembunyikan rasa cintanya selama bertahun-tahun, tapi seorang wanita tak mampu menyembunyikan rasa cemburunya walau sesaat"           -Unknown

Sabtu, 19 September 2015

Distance

      Tidak terasa ternyata sudah begitu larut terlalu dalam. Entahlah sulit digambarkan dengan sebuah kata. Berimajinasi pun mungkin rasanya aku terlalu lelah untuk melakukannya. Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu. Padahal ini hanya satu bulan namun seperti beberapa hari saja. Karena "padahal ini hanya satu bulan namun sudah seperti satu tahun saja" sudah agak mainstream. Baiklah, mungkin karena aku menjalaninya dengan penuh kepercayaan yang besar beserta komitmen yang kuat, aku dapat berkata demikian.
       Semoga kamu sehat disana, selalu dalam lindungan Allah Ta'ala.

       Rasanya seperti pohon yang tetap tumbuh subur, lengkap dengan daun yang hijau, akar yang kuat, batang yang sehat, dan tentu saja bermanfaat bagi kehidupan karena dapat menghasilkan oksigen yang cukup untuk lingkungan sekitar. Walaupun saat ini sedang musim kemarau. Dimana semua pepohonan mengering tak bersisa. Terimakasih sudah mengerimkan sumber hara-mu pada ku walau kau jauh disana.
         No words can explain the way i'm missing you.

        Banyak sekali cerita saat kau tak ada disini. Aku ingin bercerita banyak hal padamu. Kau tahu? Ternyata aku sudah sedikit dewasa saat ini. Berpikir rasional, banyak membaca, ingin tahu segala hal, motivasi, pengkhidmatan, dan lain-lain. Hei.. aku juga menunggu cerita mu nanti hehe.. Oh ya tapi sekarang aku sedang ada penyakit sosial. Entah kenapa jadi kurang berinteraksi dengan orang baru disekitarku. Mungkin aku yang terlalu serius atau aku yang memang tak menarik? haha entahlah.. Get easy!

          "To miss someone is the cure and the disease. As soon as you meet them, it just grows even bigger"
           - Phosphenous

Selasa, 10 Februari 2015

Tumpahan Tinta Hitam

Hai Ryouta (*^-^*)

Hari ini, langit tetap biru, awan tetap terlihat putih, namun angin masih saja membuat tulang rusukku gemetar. Jalan itu kini terlihat sepi dan usang, sejak kereta yang membawamu pergi dari tumpahan tinta yang kau ukir diatas kertas warna-warni ku. Tatapi tetap saja aku ingin mengulang semua kenangan kita berdua.

Entah kapan kereta itu kembali, dan siap untuk berjalan direl yang telah kubuat selama ini. Kau tahu? Aku membuatnya dengan sedikit energi kebahagiaan dan kelembutan semilir angin bunga Sakura. Indah bukan?

Masih ingat ketika Hanami keulusan kita 3 tahun yang lalu. Aku kira hari itu si burung kecil ingin menyampaikan perasaanya pada ku. Tapi, ternyata aku salah. Jadi aku menunggunya sampai saat ini dibalik benteng besi yang kubuat untuk mu.

Mungkin perasaanku terlalu kuat. Saat ini aku hanya takut.. Takut akan satu hal. Mengingat yah.. Mengingat kita sudah lama tidak bertemu. Menghabiskan waktu bersama. Dan melakukan hal yang kita inginkan bersama. Satu hal yang bukan didasari oleh keraguan. Namun, oleh luka yang mungkin akan terjadi suatu saat ketika kita bertemu.

Ryouta, maafkan aku..
Tapi bisakah kau, kembali untukku..
Jika aku dapat membuat waktu berputar kembali..
Mungkin aku akan memlih jalan untuk memulainya lebih awal..

Sabtu, 03 Januari 2015

Satu Tahun

SATU TAHUN.
Sekarang ini sudah satu tahun Keiko bersama-sama dengan teman sekelasnya. Bukan waktu yang singkat untuk saling mengerti satu samalain dengan teman-temannya. Keiko benci mereka semua, mereka yang selalu tidak jujur dalam setiap ujian yang diadakan sensei. Sedikit dari mereka yang bersikap jujur dan menilai seberapa pentingnya nilai diatas secarik kertas.

Sato, Tooru, Ayame, Hyoshin, Rin, dan teman – teman yang lain begitu pedih dibenak Keiko. Dia hanya kasihan pada mereka semua, bagaimana kehidupan kuliah mereka semua kalau mereka tidak mau merubah sikap dan sifat mereka terhadap pelajaran di Sekolah.

Dia pernah membaca buku ‘The Milionaire Mind’ oleh Thomas J. Stanley. Disana di perlihatkan 30 Faktor Sukses oleh survei yang dilakukan pada ratusan orang sukses. Mereka yang disurvei adalah orang-orang yang memiliki aset pribadi satu juta dolar US (kuran lebih 10 miliar rupiah), bukan aset perusahaannya. Dari seluruh pertanyaan yang diajukan tentang faktor apa yang membuat sukses, ternyata JUJUR adalah faktor sukses nomor 1. Dan yang menduduki faktor ke- 30 dari 30 Faktor Sukses adalah Lulus dengan nilai terbaik atau hampir terbaik. Jadi, kesimpulannya orang yang lulus UN nya dengan nilai terbaik atau hampir sempurna dengan kecurangan, belum tentu ia akan sukses di masa depan.

Berbicara di Sekolah saat ini, Keiko menginjak umur 18 tahun dia sekarang duduk di kelas 3. Dia berharap untuk lulus ujian masuk Universitas  di Univeratias Tokyo. Mengikuti bimbingan belajar, bukan perkara mudah. Pasalnya itu juga merupakan tekanan. Ditambah situasi di Sekolah yang tidak menyenangkan. Menurut Keiko, tidak ada guru di Sekolahnya yang menghargai dia. Entahlah kenapa dia berpikir seperti itu, mungkin sudah banyak yang membuatnya kecewa di Sekolah.

Kehidupannya di Sekolah membuat dia kurang diakui oleh teman sekelasnya. Hanya disuatu Organisasi di Sekolah yang membuat dia merasa sangat diakui dan dihargai. Itu membuat Keiko sangat senang sekali. Ditambah saat ini Ryuu selalu ada disisinya kapanpun, dimana pun. Saat ini hanya itu energi yang dia punya untuk menjalani kehidupan di Sekolah.

“Hyo-san, untuk apa kau menyalin pekerjaan orang lain” tanya Keiko

“Aku tak sempat mengerjakannya” jawab Hyoshin ”Sudah lah, mingir sana sebentar lagi Yamada sensei datang kan..”

Keiko pun menyingkir dari jalan Hyoshin.


Apanya yang tidak sempat menyelesaikannya? Kau kan hanya bermain di batting center seharian penuh kemarin.