SATU TAHUN.
Sekarang ini sudah satu tahun Keiko
bersama-sama dengan teman sekelasnya. Bukan waktu yang singkat untuk saling
mengerti satu samalain dengan teman-temannya. Keiko benci mereka semua, mereka
yang selalu tidak jujur dalam setiap ujian yang diadakan sensei. Sedikit dari
mereka yang bersikap jujur dan menilai seberapa pentingnya nilai diatas secarik
kertas.
Sato, Tooru, Ayame, Hyoshin, Rin, dan teman – teman yang
lain begitu pedih dibenak Keiko. Dia hanya kasihan pada mereka semua, bagaimana
kehidupan kuliah mereka semua kalau mereka tidak mau merubah sikap dan sifat
mereka terhadap pelajaran di Sekolah.
Dia pernah membaca buku ‘The
Milionaire Mind’ oleh Thomas J. Stanley. Disana di perlihatkan 30 Faktor Sukses
oleh survei yang dilakukan pada ratusan orang sukses. Mereka yang disurvei
adalah orang-orang yang memiliki aset pribadi satu juta dolar US (kuran lebih
10 miliar rupiah), bukan aset perusahaannya. Dari seluruh pertanyaan yang
diajukan tentang faktor apa yang membuat sukses, ternyata JUJUR adalah faktor
sukses nomor 1. Dan yang menduduki faktor ke- 30 dari 30 Faktor Sukses adalah
Lulus dengan nilai terbaik atau hampir terbaik. Jadi, kesimpulannya orang yang
lulus UN nya dengan nilai terbaik atau hampir sempurna dengan kecurangan, belum
tentu ia akan sukses di masa depan.
Berbicara di Sekolah saat ini,
Keiko menginjak umur 18 tahun dia sekarang duduk di kelas 3. Dia berharap untuk
lulus ujian masuk Universitas di
Univeratias Tokyo. Mengikuti bimbingan belajar, bukan perkara mudah. Pasalnya itu
juga merupakan tekanan. Ditambah situasi di Sekolah yang tidak menyenangkan. Menurut
Keiko, tidak ada guru di Sekolahnya yang menghargai dia. Entahlah kenapa dia
berpikir seperti itu, mungkin sudah banyak yang membuatnya kecewa di Sekolah.
Kehidupannya di Sekolah membuat dia
kurang diakui oleh teman sekelasnya. Hanya disuatu Organisasi di Sekolah yang
membuat dia merasa sangat diakui dan dihargai. Itu membuat Keiko sangat senang
sekali. Ditambah saat ini Ryuu selalu ada disisinya kapanpun, dimana pun. Saat ini
hanya itu energi yang dia punya untuk menjalani kehidupan di Sekolah.
“Hyo-san, untuk apa kau menyalin
pekerjaan orang lain” tanya Keiko
“Aku tak sempat mengerjakannya”
jawab Hyoshin ”Sudah lah, mingir sana sebentar lagi Yamada sensei datang kan..”
Keiko pun menyingkir dari jalan
Hyoshin.
Apanya yang tidak sempat menyelesaikannya? Kau kan
hanya bermain di batting center seharian penuh kemarin.
